Rabu, 20 Februari 2013

Jangan Pernah Selingkuh


Biasanya perasaan istri sangat sensitif dan suka punya firasat bila suami macam-macam. Nah, kalian percaya itu?  Lalu kalian juga yang percaya bahwa perselingkuhan terjadi jika suami tidak puas atau bahagia dengan istrinya. Wow.. Kenyataannya  belum tentu begitu loh...

Ada beberapa kenyataan tentang perselingkuhan itu bisa terjadi;
1. Laki-laki biasanya masih cinta dengan istri mereka ketika berselingkuh.
Perselingkuhan biasanya terjadi, ketika pasangan mulai menetap, punya anak dan memantapkan kehidupan yang dibangun bersama-sama. Biasanya sisi romantis mulai hilang. Sering  perempuan yang mengeluh tentang kurangnya asmara, namun laki-laki juga merasa hal itu juga. Mereka sering memendam semua penderitaan. Mereka percaya hal  tersebut tidak bisa lagi didapatkan dari pasangan mereka. 

2. Laki-laki biasanya selingkuh dengan perempuan yang mereka kenal
Banyak perempuan berpikir bahwa semua perempuan selingkuhan adalah perempuan nakal. Itu tidak benar. Hubungan biasanya dimulai dari persahabatan terlebih dahulu. Bahkan, lebih dari 60% perselingkuhan bermulai dari urusan kerja. Pastikan suami kalian merasa lebih terhubung dengan kalian daripada rekan bisnisnya. Suami isteri pergi bekerja, mengurus anak-anak mereka dan melakukan hal-hal yang terpisah di malam hari. Itu harus dihindari bahkan harus dihentikan. Sebaiknya selalu pergi tidur pada waktu yang sama dan berpelukan.

3. Laki-laki selingkuh untuk menyelamatkan pernikahan mereka
Sebenarnya laki-laki suka dengan pasangannya, tetapi mereka tidak tahu bagaimana untuk memperbaiki masalah hubungan mereka, sehingga mereka mencari alternatif di luar untuk mengisi hal yang kosong. Laki-laki memiliki gagasan miring bahwa perempuan lain akan membuat kerinduan untuk sesuatu yang kurang atau menghilang. Kemudian, mereka dapat hidup bahagia selamanya dengan istri mereka tanpa menghadapi serta berusaha menyelesaikan masalah yang nyata.

4. Laki-laki membenci diri mereka sendiri setelah selingkuh
Kalian mungkin berpikir laki-laki yang selingkuh tidak memiliki moral, tapi sementara yang mereka lakukan tidak bermoral, sebenarnya mereka cenderung membenci dirinya. Jika dia menempatkan egonya ke samping, ia akan merasa seperti sampah. 

5. Laki – laki yang selingkuh makin mesra dengan istrinya
Menurut peneliti, ketika seorang laki-laki mulai selingkuh  ia menjadi hiperaktif secara seksual. Karena dorongan seksualnya telah dibangunkan, dan istrinya masih orang yang paling nyaman dalam urusan seksual. Jika Kalian melihat perubahan mendadak dalam dorongan seksual suami kalian, itu bisa jadi lampu merah. Saat hubungan perselingkuhannya makin kuat ia akan mulai menarik diri.

6. Perempuan juga bisa selingkuh? 
Sebuah studi Indiana University menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan selingkuh pada tingkat yang sama. Tapi alasannya berbeda. Perempuan lebih mungkin selingkuh untuk kepuasan emosional. Selingkuh online - tanpa kontak fisik - adalah jenis yang paling merusak dari perselingkuhan. Sebab bila perasaan kalian sudah diberikan pada orang lain. Itu sama saja kalian sudah keluar dari pernikahan.

7. Seorang istri seringkali tahu suaminya selingkuh
Mereka mungkin mengetahuinya, tapi tidak tahan untuk mengakuinya. Mereka malu kepada orang-orang, karena dianggap menjadi penyebab dari perselingkuhan tersebut.

8. Pernikahan tidak akan bisa diselamatkan di tengah perselingkuhan
Laki-laki mungkin setuju untuk menyelamatkan pernikahan tapi itu bukan berarti menghentikan hubungannya dengan perempuan lain. Suami sedang dalam hubungan yang menyenagkan tanpa semua drama yang ada dalam hubungan stabil. Pernikahan kemungkinan akan gagal, kecuali ia memutuskan dengan kemauannya sendiri bahwa hidupnya tidak lebih baik dengan perempuan lain. Jadi kuncinya adalah pencegahan. Dan jadilah perempuan yang membuatnya (suami) jatuh cinta pertama kali. Perempuan sering berubah dari pacar yang penuh kasih menjadi istri “cerewet” yang suka mengomel. Jangan pelit memberinya pujian dan mengejutkannya dengan seks.

9. Perselingkuhan bisa memperbaiki pernikahan
Apakah perselingkuhan merupakan akhir dari sebuah hubungan? Tidak selalu. Meskipun hubungan baru yang menarik, perselingkuhan dapat juga menghidupkan kembali pernikahan. Sebenarnya laki-laki menyadari akan orang yang mereka inginkan untuk mendampingi sisa hidup mereka dan bahwa hubungan baru tidak sesempurna yang mereka pikir. 

10. Setelah membangun kembali pernikahan, suami masih merindukan selingkuhannya?
Dia mungkin mencintai istrinya dan ingin menyelamatkan pernikahan, tapi dia tidak benar-benar lupa tentang perselingkuhannya. Dia mungkin akan merindukan hal-hal yang besar tentang perempuan menyenangkan lainnya, kebebasan dari tanggung jawab, seks, seringkali ia juga merindukan perasaannya ketika bersama dengan dia. 

11. Laki-laki yang selingkuh sadar ia merobek kebahagiaan keluarganya 
Seorang laki-laki mungkin menyadari dampak negatif pada, keluarga, istrinya dan dirinya sendiri, tapi masih tetap berselingkuh. Ini semua dalam persepsinya, Jika dia merasa tidak diinginkan, undervalued dan taken for granted, kebutuhan pribadinya yang diinginkan, dihargai dan dihargai akan menang.

12. Perselingkuhan terjadi bukan salah istri
Menyadari hal ini: Jika suami kalian tidak setia, itu bukan kesalahan kalian, tidak peduli apa yang orang katakan. Ketika dia selingkuh, sebenarnya dia membuat pilihan yang sadar untuk melakukannya.

Nah, demikian kenyataan yang terjadi tentang Perselingkuhan. Lantas apa yang melatarbelakangi atau yang menjadi penyebabnya?
Sabar.  Jika aku bahas disini wah butuh waktu yang panjang, sebab asyik untuk dibahas kalau soal yang satu ini. Jadi tunggu postingan berikutnya.
Jangan lupa kasih komentarnya di blog ini, thanks.

Rabu, 09 Januari 2013

Teknik Dasar Cara Memotret Dengan Menggunakan Kamera DSLR



Kamera DSLR kini semakin trend dikalangan masyarakat, berbagai produsen kini meluncurkan kamera DSLR terbaru, selain dilengkapi dengan berbagai fitur, kamera DSLR menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang kita inginkan jika kita mengetahui cara menggunakannya.

Menggunakan kamera DSLR tidaklah mudah dalam membuat hasil gambar yang berkualitas, ada trik-trik dan petunjuk yang harus kita ikuti untuk menghasilkan kualitas potret yang lebih baik, terkecuali Anda telah memiliki pengalaman sebelumnya tentang kamera tersebut. Dan kali ini kita akan membahas sekilas teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Karena untuk tingkat teknik dasar tergolong mudah untuk dipelajari terlebih bagi kita yang baru pertama menggunakan kamera DSLR.


Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah pastikan kamera sudah dalam keadaan siap untuk digunakan, cek baterai, cek memory, dll. Setelah anda rasa kamera siap digunakan, selanjutnya kita coba mensetting kamera terlebih dahulu, setting kamera ke mode AV ( aperture Value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diagfragma sehingga Shutter Speed sudah otomatis di set oleh kamera tersebut.

Lalu, Bukaan terbaik / ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (tidak disarankan jika memakai F/16 keatas, memang semua terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang sehingga hasil kurang maksimal). Selanjutnya kita pastikan memakai ISO 100 ( semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutter speednya kurang (shutter speed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan ISO nya. Lalu yang terakhir lebih baik gunakan lensa wide seperti 18-55mm dan 17-85mm.


Setelah melakukan settingan, pastikan tempat dimana yang baik untuk memotret, dan dalam penentuan tempat pemotretan harus di pastikan baik-baik juga karena akan berpengaruh pada hasil foto yang akan diambil. Untuk arah cahaya matahari, lebih baik memotret jangan mengarah berlawanan, akan lebih baik membelakangi matahari (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan).

Memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik). Pilih background yang baik dan indah (pilih sesuka hati). Dan carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. Ketiga angle tersebut memberikan perbedaan pada hasil gambar yang sangat berarti.

Bila ingin memotret wajah, perhatikan latar belakang, hindari latar belakang yang berwarna – warni atau gambar yang semrawut, yang menyebabkan kurang jelas (bisa jadi justru latar belakang yang menjadi menonjol). Jadi, berusahalah untuk menghidarinya. Jika anda sudah mencoba dengan teknik dasar, dan cobalah bereksperimen dengan teknik dasar lainnya.


Menggunakan Kamera DSLR dengan teknik Panning, yang merupakan dengn menggerakan kamera kearah gerakan objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya latar belakang kabur, akan tetapi gambar subjek sangat jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada kecepatan atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama – sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasil akan blur (kabur).


Menggunakan kamera SDLR dengan teknik slowspeed adalah jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya gambar akan tampak kabur, seakan – akan disapu, namun latar belakang jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.


Menggunakan kamera DSLR dengan menggunakan teknik freeze yaitu speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergeraan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang harus kita gunakan. Dengan beberapa teknik dasar menggunakan kamera DSLR ini, semoga dapat membantu anda dalam bereksperimen untuk menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang diinginkan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Sabtu, 29 Desember 2012

Perayaan Tahun Baru





Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.


Sejarah
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Tahun baru di dunia
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.


Sejarah
Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.
Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.
Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.
Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36). Sebelumnya, orang Arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah.Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab.